5 Cara Budidaya Cabe Rawit Paling Mudah

Cara Budidaya Cabe Rawit Paling Mudah

Cabe rawit dari zaman dulu hingga sekarang ini tampaknya banyak disuka dan selalu dicampurkan sebagai bahan pelengkap makanan. Cita Rasanya yang khas dan pedas membuatnya semakin banyak disuka oleh setiap orang. Bahkan sekarang ini tidak sedikit orang yang mulai menanam cabe rawit baik di pekarangan rumah maupun di lahan yang lebih luas.

Melalui proses penanaman atau budidaya cabe rawit ini maka diharapkan agar bisa mendatangkan  keuntungan tersendiri. Misalnya penanam dapat meningkatkan seluruh cabe yang ditanamnya terutama saat panen. Atau mungkin hasil panen bisa dijual sehingga mendatangkan uang. Berikut ini cara budidaya cabe rawit yang tepat dan dapat menghasilkan keuntungan bagi Anda yang ingin mencobanya.

Siapkan media penanaman

Untuk menanam tanaman termasuk cabe rawit maka hal pertama yang perlu dipersiapkan adalah media penanaman. Untuk itu persiapkan media semai yang sudah dicangkul dengan kedalaman sekitar 40 cm. Media sebaiknya berupa lahan yang dicampur dengan tanah dan diberi pupuk kandang dan sekam bakar. Media juga bisa disterilisasi terlebih dahulu agar terhindar dari penyakit.

Pilih benih terbaik

Selanjutnya pilihlah benih cabe rawit yang terbaik. Anda bisa memilihnya dengan cara melihat melihat biji di bagian tengah. Sebab biji di bagian tengah inilah yang biasanya paling berkualitas. Setelah memilih benih yang terbaik lalu rendamlah biji tersebut di dalam air bersih. Setelah merendam seluruh biji tersebut maka buanglah biji cabe rawit yang mengambang. Sedangkan biji yang tenggelam di dalam air bisa dijadikan benih untuk ditanam. Lalu jemurlah biji yang akan ditanam hingga kering dalam waktu selama kurang lebih 3 hari.

Lakukan proses penanaman dengan tepat

Kemudian biji atau benih terbaik bisa mulai dimasukkan ke dalam polybag dengan kedalaman 0,5 cm. Lalu tutuplah permukaannya dengan menggunakan media tanam dan lakukan proses penanaman dengan tepat. Proses penanaman bisa dilakukan dengan cara menyiramnya dan menyianginya.

Atur mulsa dan air

Mulsa dan air juga perlu diatur dengan sebaik mungkin. Setidaknya pastikan bahwa tanaman menerima air setidaknya 2 cm selama seminggu. Tambahkan pula mulsa organik dengan tujuan untuk membantu mempertahankan kelembaban tanah serta lebih memoderasi suhu tanah. Anda juga bisa menggunakan mulsa plastik hitam perak dengan tujuan untuk lebih meningkatkan produktivitas tanaman cabe rawit. Namun bisa juga digunakan mulsa dari jerami sebagai alternatifnya.

Siram dan pupuk tanaman

Tanaman cabe rawit yang sudah ditanam tentu diharapkan agar dapat tumbuh dengan subur dan tumbuh dengan baik. Maka jangan lupa untuk selalu menyiram dan memupuk tanaman. Lakukan penyiraman tanaman ini secara teratur dan secara menyeluruh. Sedangkan pemupukan bisa dilakukan dengan  menggunakan sistem kocor dan sistem tabur. Pemupukan juga sebaiknya dilakukan secara merata dengan media tanah.

Cabe rawit bisa ditanam dengan berbagai cara sederhana seperti di atas. Dengan melakukan cara di atas, nantinya tanaman Anda bisa tumbuh dengan baik sehingga hasilnya bagus dan berkualitas. Beberapa minggu setelahnya biasanya cabe rawit baru bisa dipanen untuk dinikmati atau dikonsumsi. Namun jika Anda ingin langsung menikmati sensasi pedas dari cabe rawit maka Anda hanya tinggal berbelanja di tempat jual sembako dan bumbu masakan secara online. Misalnya saja di e-commerce TaniHub yang memang menyediakan banyak produk bahan masakan atau bumbu dapur secara lengkap termasuk cabe rawit. Dikirim langsung dari para petani Indonesia, dijamin kualitas cabe rawit di TaniHub segar dan terbaik.